Zaman dahulu kala terdapat sebuah kerajaan yang diperintah oleh raja yang bijaksana,, sang raja mempunyai 3 anak laki-laki yang harus meneruskan tugasnya memerintah kerajaan... Pangeran sulung,, tengah dan bungsu... Ketiganya sangat berpotensi memerintah dengan sikap dan watak yang telah terbentuk melalui “tangan istana”... tapi sayangnya sang raja hanya boleh memilih salah satu diantara ketiga anaknya untuk mendapatkan jabatan yang penting itu... Atas pertimbangan perdana mentri,, suatu hari sang rasa memanggil ketiga pangeran untuk mengerjakan tes yang harus dihadapi sebagai ujian untuk menggantikan posisi sang ayah...
Sepenggalan kisah lama teman,, sepenggalan dongeng bermoral yang sering kubaca dari majalah anak-anak dengan ikon kelinci berbaju merah dengan 3 saudara perempuannya...dan teman-teman yang pernah mengalami masa kanak-kanak,, tentunya sangat akrab dengan kisah akhir dari dongeng tersebut...Yaaa,, walaupun tidak sepintar ataupun sekuat kakak-kakaknya dalam menjawab setiap pertanyaan dan melalui rintangan,, si bungsu akhirnya memenangkan ujian karena lebih bijaksana dibandingkan kedua kakaknya dan lebih berorientasi pada rakyat dan dapat mengambil hati sang ayah dengan keuletannya serta kegesitannya dalam melakukan sesuatu...dan setiap kakak pun mengakui keunggulan sang adik dibandingkan dengan keunggulan dirinya masing-masing...dan akhirnya kerajaan diperintah oleh si bungsu dengan akhir yang indah untuk selamanya...
Tapi itu adalah sebuah dongeng teman,, kita lihat bagaimana realita berbicara... si bungsu adalah anak yang identik dengan manja,, kemalasan serta ketergantungan penuh yang menyebalkan pada orang tuanya ataupun saudara-saudaranya... Jikapun tidak demikian,, seseorang dengan sikap yang sama maka akan menimbulkan persepsi bahwa ialah seorang anak bungsu di hadapan khalayak,, walaupun kenyataannya cukup bertentangan...
Nahhh,, teman itulah perbedaan antara sebuah dongeng dan realita...dan kini aku hidup dalam dunia nyata yang jelas adanya...bagaimanapun aku bisa bersikap maka kesan yang ditimbulkan oleh duniaku adalah sama...apapun bentuknya,, apapun adanya,, mereka menganggapku adalah suatu pendapat dari realita...kuakui memang aku kadang menunjukkan sikap yang tidak bertentangan dengan pemikiran dunia nyata,, tapi terkadang aku juga menunjukkan sikap yang tidak semestinya,, tapi mengapa setiap orang berfikiran sama menuju sebuah realita?? Seperti setitik tinta dalam kertas yang kosong...setiap orang akan berkonsentrasi pada titik tersebut tanpa mau melihat seberapa besar ukuran kertas tersebut yang tidak tertetes oleh tinta...
Begitu terlihat perbedaannya bukan teman,, dunia nyata dan dunia dongeng...aku berharap aku ada di dunia dongeng,, dimana semua kejahatanku bisa menjadi sebuah argumentasi dari sebuah kebaikan yang tulus adanya...hanya karena aku anak bungsu...aku adalah anak yang berguna,, aku anak yang bijaksana,, jika aku melakukan kesalahan,, maka memang itu demi kebaikan demi semua...tapi sayangnya aku di dunia nyata... aku hidup dalam realita... dan memang begitu adanya...
Maavkan aku teman yang memang hidup sebagai anak bungsu di dalam fakta...
Dedicated to my father and mother,, I’m sorry for disappointing you...I’m not the fairytale stories,, who can make the silly things become better...
Aku hanya seorang anak malas yang sering mengecewakan kalian... but I’ve tried my best
Sepenggalan kisah lama teman,, sepenggalan dongeng bermoral yang sering kubaca dari majalah anak-anak dengan ikon kelinci berbaju merah dengan 3 saudara perempuannya...dan teman-teman yang pernah mengalami masa kanak-kanak,, tentunya sangat akrab dengan kisah akhir dari dongeng tersebut...Yaaa,, walaupun tidak sepintar ataupun sekuat kakak-kakaknya dalam menjawab setiap pertanyaan dan melalui rintangan,, si bungsu akhirnya memenangkan ujian karena lebih bijaksana dibandingkan kedua kakaknya dan lebih berorientasi pada rakyat dan dapat mengambil hati sang ayah dengan keuletannya serta kegesitannya dalam melakukan sesuatu...dan setiap kakak pun mengakui keunggulan sang adik dibandingkan dengan keunggulan dirinya masing-masing...dan akhirnya kerajaan diperintah oleh si bungsu dengan akhir yang indah untuk selamanya...
Tapi itu adalah sebuah dongeng teman,, kita lihat bagaimana realita berbicara... si bungsu adalah anak yang identik dengan manja,, kemalasan serta ketergantungan penuh yang menyebalkan pada orang tuanya ataupun saudara-saudaranya... Jikapun tidak demikian,, seseorang dengan sikap yang sama maka akan menimbulkan persepsi bahwa ialah seorang anak bungsu di hadapan khalayak,, walaupun kenyataannya cukup bertentangan...
Nahhh,, teman itulah perbedaan antara sebuah dongeng dan realita...dan kini aku hidup dalam dunia nyata yang jelas adanya...bagaimanapun aku bisa bersikap maka kesan yang ditimbulkan oleh duniaku adalah sama...apapun bentuknya,, apapun adanya,, mereka menganggapku adalah suatu pendapat dari realita...kuakui memang aku kadang menunjukkan sikap yang tidak bertentangan dengan pemikiran dunia nyata,, tapi terkadang aku juga menunjukkan sikap yang tidak semestinya,, tapi mengapa setiap orang berfikiran sama menuju sebuah realita?? Seperti setitik tinta dalam kertas yang kosong...setiap orang akan berkonsentrasi pada titik tersebut tanpa mau melihat seberapa besar ukuran kertas tersebut yang tidak tertetes oleh tinta...
Begitu terlihat perbedaannya bukan teman,, dunia nyata dan dunia dongeng...aku berharap aku ada di dunia dongeng,, dimana semua kejahatanku bisa menjadi sebuah argumentasi dari sebuah kebaikan yang tulus adanya...hanya karena aku anak bungsu...aku adalah anak yang berguna,, aku anak yang bijaksana,, jika aku melakukan kesalahan,, maka memang itu demi kebaikan demi semua...tapi sayangnya aku di dunia nyata... aku hidup dalam realita... dan memang begitu adanya...
Maavkan aku teman yang memang hidup sebagai anak bungsu di dalam fakta...
Dedicated to my father and mother,, I’m sorry for disappointing you...I’m not the fairytale stories,, who can make the silly things become better...
Aku hanya seorang anak malas yang sering mengecewakan kalian... but I’ve tried my best


