Senin, 13 Juli 2009

Bungsu vs Bungsu

Zaman dahulu kala terdapat sebuah kerajaan yang diperintah oleh raja yang bijaksana,, sang raja mempunyai 3 anak laki-laki yang harus meneruskan tugasnya memerintah kerajaan... Pangeran sulung,, tengah dan bungsu... Ketiganya sangat berpotensi memerintah dengan sikap dan watak yang telah terbentuk melalui “tangan istana”... tapi sayangnya sang raja hanya boleh memilih salah satu diantara ketiga anaknya untuk mendapatkan jabatan yang penting itu... Atas pertimbangan perdana mentri,, suatu hari sang rasa memanggil ketiga pangeran untuk mengerjakan tes yang harus dihadapi sebagai ujian untuk menggantikan posisi sang ayah...

Sepenggalan kisah lama teman,, sepenggalan dongeng bermoral yang sering kubaca dari majalah anak-anak dengan ikon kelinci berbaju merah dengan 3 saudara perempuannya...dan teman-teman yang pernah mengalami masa kanak-kanak,, tentunya sangat akrab dengan kisah akhir dari dongeng tersebut...Yaaa,, walaupun tidak sepintar ataupun sekuat kakak-kakaknya dalam menjawab setiap pertanyaan dan melalui rintangan,, si bungsu akhirnya memenangkan ujian karena lebih bijaksana dibandingkan kedua kakaknya dan lebih berorientasi pada rakyat dan dapat mengambil hati sang ayah dengan keuletannya serta kegesitannya dalam melakukan sesuatu...dan setiap kakak pun mengakui keunggulan sang adik dibandingkan dengan keunggulan dirinya masing-masing...dan akhirnya kerajaan diperintah oleh si bungsu dengan akhir yang indah untuk selamanya...

Tapi itu adalah sebuah dongeng teman,, kita lihat bagaimana realita berbicara... si bungsu adalah anak yang identik dengan manja,, kemalasan serta ketergantungan penuh yang menyebalkan pada orang tuanya ataupun saudara-saudaranya... Jikapun tidak demikian,, seseorang dengan sikap yang sama maka akan menimbulkan persepsi bahwa ialah seorang anak bungsu di hadapan khalayak,, walaupun kenyataannya cukup bertentangan...

Nahhh,, teman itulah perbedaan antara sebuah dongeng dan realita...dan kini aku hidup dalam dunia nyata yang jelas adanya...bagaimanapun aku bisa bersikap maka kesan yang ditimbulkan oleh duniaku adalah sama...apapun bentuknya,, apapun adanya,, mereka menganggapku adalah suatu pendapat dari realita...kuakui memang aku kadang menunjukkan sikap yang tidak bertentangan dengan pemikiran dunia nyata,, tapi terkadang aku juga menunjukkan sikap yang tidak semestinya,, tapi mengapa setiap orang berfikiran sama menuju sebuah realita?? Seperti setitik tinta dalam kertas yang kosong...setiap orang akan berkonsentrasi pada titik tersebut tanpa mau melihat seberapa besar ukuran kertas tersebut yang tidak tertetes oleh tinta...

Begitu terlihat perbedaannya bukan teman,, dunia nyata dan dunia dongeng...aku berharap aku ada di dunia dongeng,, dimana semua kejahatanku bisa menjadi sebuah argumentasi dari sebuah kebaikan yang tulus adanya...hanya karena aku anak bungsu...aku adalah anak yang berguna,, aku anak yang bijaksana,, jika aku melakukan kesalahan,, maka memang itu demi kebaikan demi semua...tapi sayangnya aku di dunia nyata... aku hidup dalam realita... dan memang begitu adanya...

Maavkan aku teman yang memang hidup sebagai anak bungsu di dalam fakta...

Dedicated to my father and mother,, I’m sorry for disappointing you...I’m not the fairytale stories,, who can make the silly things become better...

Aku hanya seorang anak malas yang sering mengecewakan kalian... but I’ve tried my best

Kamis, 02 Juli 2009

Perfect by : Simple Plan

Hey dad look at me
Think back and talk to me
Did I grow up according to plan?
Do you think I'm wasting my time doing things I wanna do?
but it hurts when you disapprove all along

And now I try hard to make it
I just want to make you proud
I'm never gonna be good enough for you
I can't pretend that I'm alright
And you can't change me

Cuz we lost it all
Nothing lasts forever
I'm sorry
I can't be perfect
Now it's just too late and
We can't go back
I'm sorry
I can't be perfect

I try not to think
About the pain I feel inside
Did you know you used to be my hero?
All the days you spend with me
Now seem so far away
And it feels like you don't care anymore

And now I try hard to make it
I just want to make you, proud
I'm never gonna be good enough for you
I can't stand another fight
And nothing's alright

Cuz we lost it all
Nothing lasts forever
I'm sorry
I can't be perfect
Now it's just too late and
We can't go back
I'm sorry
I can't be perfect

Nothing's gonna change the things that you said
Nothing's gonna make this right again
Please don't turn your back
I can't believe it's hard
Just to talk to you
But you don't understand

Cuz we lost it all
Nothing lasts forever
I'm sorry
I can't be perfect
Now it's just too late and
We can't go back
I'm sorry
I can't be perfect

Cuz we lost it all
Nothing lasts forever
I'm sorry
I can't be perfect
Now it's just too late and
We can't go back
I'm sorry
I can't be perfect


Satu lagu yang paling ingin kunyanyikan di depan ayah juga ibuku setelah beberapa hal terjadi akhir2 ini....Tidak kusangka,, lagu yang paling sering kudengar dulunya saat SMA--bukannya nge-fans,, tapi kakakku adalah penggila berat simple plan--harus kualami sendiri...tapi bagaimanapun memang seharusnya aku bersyukur....tapi kenapa seolah gak rela ya???!!!

Kamis, 04 Juni 2009

Komunikasi dan Kasus Prita Mulyasari

Tentunya setelah mendengar nama dari Prita Mulyasari,, kita langsung menyadari bahwa yang akan dibahas kali ini adalah kasus pencemaran nama baik RS Omni dan Prita Mulyasari...Ya,, hal ini sangat ramai dibicarakan beberapa hari terakhir diantara segala pemberitaan tentang bebasnya Manohara dan kasus Antasari walau kasus yang kedua sepertinya kini mulai meredup...

Hmmm,, teman-teman tentu bertanya-tanya bagaiamana sebenarnya isi dari e-mail yang ditulis Prita Mulyasari...setelah mencari beberapa saat,, akhirnya ketemu juga...karena setelah melihat beberapa situs berita seperti kompas dan detik,, tidak ada yang menampilkan secara langsung,, (atau mungkin aku yang kurang melakukan pencarian ya?? ) nahhh,, begini lengkap dari email Prita Mulyani yang mendapat perlakuan khusus dari RS Omni... (yang nggak rela dikutip,, mohon langsung bilang ya...aku cantumin nggak pake ijin c...mudah-mudahan gak kena UU)

From: prita mulyasari [mailto:prita. mulyasari@ yahoo.com]
Sent: Friday, August 15, 2008 3:51 PM
To:
Subject: Penipuan OMNI Iternational Hospital Alam Sutera Tangerang

Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia
lainnya, terutama anak-anak, lansia dan bayi.
Bila anda berobat, berhati-hatilah dengan kemewahan RS dan title
International karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter
maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat dan suntikan.

Saya tidak mengatakan semua RS International seperti ini tapi
saya mengalami kejadian ini di RS Omni International.

Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB, saya dengan kondisi
panas tinggi dan pusing kepala, datang ke RS. OMNI Intl dengan
percaya bahwa RS tersebut berstandard International, yang
tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus.

Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya
dan hasilnya 39 derajat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan
darah dan hasilnya adalah thrombosit saya 27.000 dengan
kondisi normalnya adalah 200.000, saya diinformasikan dan
ditangani oleh dr. Indah (umum) dan dinyatakan
saya wajib rawat inap.

Dr. Indah melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample
darah saya yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama
yaitu thrombosit 27.000. Dr. Indah menanyakan dokter specialist
mana yang akan saya gunakan tapi saya meminta referensi
darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini.
Lalu referensi dr. Indah adalah dr. Henky.
Dr. Henky memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa
dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah.

Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa
penjelasan atau ijin pasien atau keluarga pasien suntikan
tersebut untuk apa. Keesokan pagi, dr.Henky visit saya
dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam
bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?),
saya kaget tapi dr. Henky terus memberikan instruksi ke suster
perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan yang saya
tidak tahu dan tanpa ijin pasien atau keluarga pasien.

Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap
masih sama dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah.
Saya sangat kuatir karena dirumah saya memiliki 2 anak yang masih
batita jadi saya lebih memilih berpikir positif tentang RS dan
dokter ini supaya saya cepat sembuh dan saya percaya saya ditangani
oleh dokter profesional standard Internatonal.

Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang
setiap suntik tidak ada keterangan apapun dari suster perawat,
dan setiap saya meminta keterangan tidak mendapatkan jawaban
yang memuaskan, lebih terkesan suster hanya menjalankan perintah
dokter dan pasien harus menerimanya.
Satu box lemari pasien penuh dengan infus dan suntikan disertai
banyak ampul.

Tangan kiri saya mulai membengkak, saya minta dihentikan infus
dan suntikan dan minta ketemu dengan dr. Henky namun dokter
tidak datang sampai saya dipindahkan ke ruangan.
Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat
dan datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu
dokter apa, setelah dicek dokter tersebut hanya mengatakan akan
menunggu dr. Henky saja.

Esoknya dr. Henky datang sore hari dengan hanya menjelaskan
ke suster untuk memberikan obat berupa suntikan lagi,
saya tanyakan ke dokter tersebut saya sakit apa sebenarnya
dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan
berarti bukan kena demam berdarah tapi dr. Henky tetap
menjelaskan bahwa demam berdarah tetap virus udara.
Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan kembali
diberikan suntikan yang sakit sekali.

Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya
terserang sesak napas selama 15 menit dan diberikan oxygen.
Dokter jaga datang namun hanya berkata menunggu dr. Henky saja.
Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus padahal tangan kanan
saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya.
Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya
dan menolak dilakukan suntikan dan obat-obatan.

Esoknya saya dan keluarga menuntut dr. Henky untuk ketemu
dengan kami namun janji selalu diulur-ulur dan baru datang
malam hari. Suami dan kakak-kakak saya menuntut penjelasan
dr. Henky mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab awal yang 27.000
menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam
riwayat hidup saya belum pernah terjadi.
Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri
dan mata kiri saya.

Dr, Henky tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan,
dokter tersebut malah mulai memberikan instruksi ke suster
untuk diberikan obat-obatan kembali dan menyuruh tidak digunakan
infus kembali. Kami berdebat mengenai kondisi saya dan
meminta dr. Henky bertanggung jawab mengenai ini dari
hasil lab yang pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja.
Dr. Henky menyalahkan bagian lab dan tidak bisa memberikan
keterangan yang memuaskan.

Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan
saya juga mulai membengkak dan panas kembali menjadi
39 derajat namun saya tetap tidak mau dirawat di RS ini lagi
dan mau pindah ke RS lain. Tapi saya membutuhkan data
medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan
diberikan data medis yang fiktif.

Dalam catatan medis, diberikan keterangan bahwa BAB saya lancar
padahal itu kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak
ada follow upnya samasekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah
hasil thrombosit saya yang 181.000 bukan 27.000.

Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun
sangat dikagetkan bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak
dan yang tercetak adalah 181.000, kepala lab saat itu adalah
dr. Mimi dan setelah saya complaint dan marah-marah,
dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut
ada di Manajemen Omni maka saya desak untuk bertemu langsung dengan
Manajemen yang memegang hasil lab tersebut.

Saya mengajukan complaint tertulis ke Manajemen Omni dan diterima
oleh Ogi (customer service coordinator) dan saya minta tanda terima.
Dalam tanda terima tersebut hanya ditulis saran bukan complaint,
saya benar-benar dipermainkan oleh Manajemen Omni dengan staff Ogi
yang tidak ada service nya sama sekali ke customer melainkan seperti
mencemooh tindakan saya meminta tanda terima pengajuan complaint
tertulis.

Dalam kondisi sakit, saya dan suami saya ketemu dengan Manajemen,
atas nama Ogi (customer service coordinator) dan dr. Grace
(customer service manager) dan diminta memberikan keterangan kembali
mengenai kejadian yang terjadi dengan saya.
Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta
surat pernyataan dari lab RS ini mengenai hasil lab awal
saya adalah 27.000 bukan 181.000 makanya
saya diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi
thrombosit 181.000 saya masih bisa rawat jalan.

Tanggapan dr. Grace yang katanya adalah penanggung jawab masalah
complaint saya ini tidak profesional samasekali.
Tidak menanggapi complaint dengan baik, dia mengelak bahwa lab
telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr. Mimi informasikan ke
saya.
Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen dan dr. Henky namun
tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan ke atas
(Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore.

Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi
saya dimasukkan dalam ruangan isolasi karena virus saya ini
menular, menurut analisa ini adalah sakitnya anak-anak yaitu
sakit gondongan namun sudah parah karena sudah membengkak,
kalau kena orang dewasa yang ke laki-laki bisa terjadi impoten
dan perempuan ke pankreas dan kista. Saya lemas mendengarnya dan
benar-benar marah dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan
analisa sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan
macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami sesak napas.
Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini
dan memang saya tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga
terjadi sesak napas.

Suami saya datang kembali ke RS Omni menagih surat hasil lab
27.000 tersebut namun malah dihadapkan ke perundingan yang
tidak jelas dan meminta diberikan waktu besok pagi datang
langsung ke rumah saya. Keesokan paginya saya tunggu
kabar orang rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang
datang dari Omni memberikan surat tersebut.
Saya telepon dr. Grace sebagai penanggung jawab compaint dan
diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah
saya namun sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum
ada juga yang datang kerumah saya.
Kembali saya telepon dr. Grace dan dia mengatakan bahwa sudah
dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah,
ini benar-benar kebohongan RS yang keterlaluan sekali,
dirumah saya tidak ada nama Rukiah, saya minta
disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali
dan membutuhkan waktu yang lama.
Logikanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat
tertujunya kemana kan ? makanya saya sebut Manajemen Omni
PEMBOHONG BESAR semua. Hati-hati dengan permainan mereka yang
mempermainkan nyawa orang.

Terutama dr. Grace dan Ogi, tidak ada sopan santun dan etika
mengenai pelayanan customer, tidak sesuai dengan standard
International yang RS ini cantum.

Saya bilang ke dr. Grace, akan datang ke Omni untuk mengambil
surat tersebut dan ketika suami saya datang ke Omni hanya
dititipkan ke resepsionis saja dan pas dibaca isi suratnya
sungguh membuat sakit hati kami, pihak manajemen hanya
menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak
disebutkan mengenai kesalahan lab awal yang menyebutkan
27.000 dan dilakukan revisi 181.000 dan diberikan suntikan
yang mengakibatkan kondisi kesehatan makin memburuk dari
sebelum masuk ke RS Omni.

Kenapa saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut?
karena saya ingin tahu bahwa sebenarnya hasil lab 27.000
itu benar ada atau fiktif saja supaya RS Omni
mendapatkan pasien rawat inap.
Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan
janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000
adalah FIKTIF dan yang sebenarnya saya tidak perlu rawat
inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak
napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa
langsung tertangani dengan baik.

Saya dirugikan secara kesehatan, mungkin dikarenakan
biaya RS ini dengan asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil
limit asuransi saya semaksimal mungkin tapi RS ini tidak
memperdulikan efek dari keserakahan ini.

Ogi menyarankan saya bertemiu dengan direktur operasional
RS Omni (dr. Bina) namun saya dan suami saya terlalu lelah
mengikuti permainan kebohongan mereka
dengan kondisi saya masih sakit dan dirawat di RS lain.

Syukur Alhamdulilah saya mulai membaik namun ada kondisi
mata saya yang selaput atasnya robek dan terkena virus
sehingga penglihatan saya tidak jelas dan apabila terkena
sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup
untuk menyembuhkan.

Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan hidup dan nasibnya
masing-masing,benar....
tapi apabila nyawa manusia dipermainkan oleh sebuah RS
yang dpercaya untuk menyembuhkan malah mempermainkan
sungguh mengecewakan, semoga Allah memberikan hati nurani
ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan
kembali bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua
yang tentunya suatu saat juga sakit dan membutuhkan medis,
mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang
saya alami di RS Omni ini.

Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca
adalah karyawan atau dokter atau Manajemen RS Omni, tolong
sampaikan ke dr. Grace, dr. Henky, dr. Mimi dan Ogi bahwa
jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi
perusahaan Anda.

Saya informasikan juga dr. Henky praktek di RSCM juga, saya
tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan
perawatan medis dari dokter ini.

salam,

Prita Mulyasari

Surat tersebutlah yang menuai protes keras dari RS Omni...Pihak rumah sakit pun telah melayangkan somasi beserta dua surat bantahan melalui 2 media massa nasional... (sumber : tempointeraktif.com)...Nahh,, ternyata somasi tidak digubris,, dan timbullah kasus pencemaran nama baik ini...jadi begitulah ceritanya dari kacamataku sebagai orang awam...

Sangat disayangkan hal ini terjadi,, ternyata komunikasi memang bisa menjadi hal yang paling krusial dalam kehidupan seseorang...dan satu hal yang tidak boleh kita lupakan yaitu : setiap orang tidak suka disalahkan di depan umum,, karena seolah memberikan suatu penilaian bahwa kesalahan adalah salah satu kelebihan mutlak yang bisa dimiliki orang tersebut dengan pembenaran yang relatif...dengan kata lain,, memberikan penilaian hanya kesalahan yang bisa ia lakukan dalam kehidupannya...

Kenyataan itu senada dengan note yang telah dituliskan seorang teman,, mbak Putri Chairina dalam facebook tentang etika menasihati seseorang...dalam note-nya,, mbak putri menjelaskan bahwa ada beberapa cara untuk menegur seseorang jika terjadi kesalahan...yang paling penting yaitu jelaskan secara empat mata apa yang telah ia lakukan selama ini sehingga tidak menimbulkan suatu kecurigaan yang menimbulkan ambiguitas...selain itu,, adalah sifat yang wajar bahwa manusia tidak ingin disalahkan terhadap apa yang ia anggap benar walau hal itu adalah benar salah adanya...karena itulah kita harus saling mengingatkan dengan cara yang lebih manusiawi...Hanya saja,, ada beberapa hal yang harus diperhatikan,, karena terkadang justru memperingatkan dengan cara terang-terangan malah leih efektif daripada satu persatu...dan merupakan kelapangan hati yang diperingatkan agar menerima hal tersebut selama hal yang dibilangkan merupakan kebenaran yang mutlak...

Nahhh,, dari sederet panjang penjelasan diatas,, dan kembali ke kasus awal,, maka proses mediasi antara kedua belah pihak adalah hal yang terpenting...hanya saja menurut pengakuan kedua belah pihak,, mereka telah membuka diri untuk melakukan mediasi yang sepertinya juga tidak mendapat tanggapan dari kedua belah pihak juga...jangan tanyakan aku mengapa,, karena memang seperti itu fakta yang kudapatkan dari berita-berita yang beredar...

Dari semua tulisan ini teman,, paling tidak yang bisa kita terapkan dan ambil darlam keseharian yaitu :hayuklah kita berkomunikasi secara sehat antara satu dengan yang lain...karena sepertinya memang komunikasi adalah sumber dari kesalahpahaman dan perdamaian...

Senin, 27 April 2009

Note dari seorang teman : "Dilanda kecemasan…"

Posting kali ini merupakan repost-dari note seorang teman (Rizqi Meirina) ...semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi semuanya...

Duh, kuliahku masih belum kelar, belum seminar, IP belum mencapai target, mau lulus kapan lagi???

Duh, koq sepertinya TA ini sulit dikerjakan ya? Bisa ga’ ya selesai sebelum Oktober?? Kenapa ga dapet mood buat ngerjaiinya ya??? (hmm, sapa nih??)
Nanti abis lulus ngapain ya? Langsung dapet kerja ga yah?? Waaa,semuanya serba ga jelas…

Hayo, sapa yang sering mengeluh seperti itu?? (sok-sok-an nanya nih :P).
Mengeluh? Memang sebagai manusia biasa kita sering mengeluh…
Tau ga’ kenapa kita sering mengeluh? Hmm, salah satunya karena kita sedang dilanda “kecemasan” terhadap sesuatu (apa coba???). Sumber kecemasan adalah beberapa hal yang tidak ada penyelesaiannya.

Dr. Wayne W. Dyer dalam 10 Secrets for Success and Inner Peace mengatakan “Cemas adalah penyakit yang telah mewabah dalam budaya kita. Diperkirakan setiap orang akan menghabiskan waktunya lebih dari yang diperlukan saat ini hanya untuk mencemaskan masa depan. Semua itu tidak ada gunanya, karena setiap kali kita merasa cemas, hal itu tidak akan menyebabkan urusan menjadi lebih baik. Kenyataannya, bahwa rasa cemas itu menjadikan seseorang kurang dapat beradaptasi dengan masa kini. Sebagian besar kecemasan itu berkaitan dengan hal-hal yang tidak dapat kita kuasai, sehingga menjadikan kita merasa cemas seperti yang kita kehendaki sendiri. Rasa cemas tidak akan membawa penyelesaian. Kita sebagai manusia tidak memiliki kekuatan untuk mengatasi hal-hal itu. Disamping itu, sebenarnya musibah yang menjadikan kita merasa cemas, biasanya tidak separah apa yang dibayangkan oleh kita.” Nah loh! Berarti selama ini kita berlebihan donk,, alias lebay…

Trus, gimana menghilangkan kecemasan ini? Karena ada hal-hal yang tidak bisa kita kuasai (takdir), gampangnya sih, ya kita harus terima dengan takdir Allah atas diri kita…tapi, menerima takdir Allah itu kan susah-susah gampang (itu buat aku,, kalo temen2 insyaAllah udah bisa ikhlas untuk menerimanya ^_^).

Dalam Islam sendiri kita diajarkan untuk sabar menghadapi hal-hal yang diluar kehendak kita, suatu cobaan belum tentu merupakan suatu keburukan, bisa saja itu adalah kebaikan, kita ambil saja hikmahnya. Terkadang kita tidak menyadari hal ini, yakinlah bahwa Allah memberikan cobaan ini karena Ia sayang pada kita. Ia sedang mengingatkan diri kita yang lupa, bukankah seseorang yang menginginkan kebaikan bagi saudaranya adalah ia yang selalu mengingatkan dikala saudaranya lupa. Begitu pula dengan Allah, Ia selalu menginginkan kebaikan pada diri kita.

“Alangkah mengagumkan keadaan orang mukmin karena semua urusannya itu baik baginya. Bila ia ditimpa kebahagiaan, ia bersyukur dan itu menjadi kebaikan baginya. Bila ia ditimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu menjadi kebaikan baginya..”-HR Muslim-

Subhanallah, apapun yang menimpa kita, itu semua akan menjadi kebaikan, yakin!! Nah, oleh karena itu, hendaknya kita mengatakan “Semuanya itu sudah menjadi takdir Allah, dan apa yang Allah kehendaki itu pasti terjadi.” Sekarang bukan lagi waktunya untuk mengeluh kawan, jangan pernah siksa diri kita dengan tidak meridhai takdirNya.
Dan jangan pernah lagi berkata “Seandainya aku melakukan ini, niscaya aku bisa mencegah terjadinya hal ini.” Seperti pada hadist:

“Janganlah kamu mengatakan ‘Seandainya aku mengerjakan ini niscaya begini dan begitu.’ Akan tetapi katakanlah, ‘Semua itu telah menjadi takdir Allah dan apa yang Allah kehendaki itu pasti terjadi.’ Sesungguhnya kata seandainya akan membuka pintu perbuatan setan.” –HR Muslim-

Kenapa? Karena pikiran seperti itu cuma bisa bikin kita kecewa, sedih, dan menyesali masa lalu, toh masa lalu tak kan kembali, ia sudah pergi jauh meninggalkan kita…masih ada masa kini yang harus kita jalani untuk memperjuangkan masa depan (semangat buat teman-temanku yang sedang memperjuangkan cita-citanya). Kita hidup pada hari ini, mengapa kita tidak berusaha membuat hari ini lebih baik dari hari kemarin? Lakukan apa yang bisa kita lakukan sekarang.

Terkadang kita sulit membedakan antara 2 hal: menyusun rencana untuk masa depan dan perasaan cemas karena masa depan. Hmm, apa bedanya??
Menyusun rencana untuk masa depan merupakan suatu bentuk usaha yang positif, bermanfaat, misalnya seperti ketika kita akan ujian, kita belajar semaksimal mungkin agar nanti bisa menjawab soal yang diberikan. Sementara mencemaskan masa depan, ibaratnya seperti memikirkan apa yang belum terjadi. Misalnya, kita merasa takut mendapat nilai rendah, padahal kita sama sekali belum menjalani ujian yang diberikan. Pikiran seperti inilah yang membuat kita merasa cemas. Nah, kelihatan bedanya kan..

Masa depan itu bukan hak kita kawan, melainkan hak Allah. Toh, kita tak kan tau apa yang kan terjadi nanti, yang bisa kita lakukan adalah berusaha pada masa kini dan meminta pertolongan padaNya. Hasilnya, hanya Ia yang menentukan. Apapun keputusanNya, itu adalah yang terbaik bagi kita. Kalo sesuai dengan harapan, ya sudah sepantasnya kita bersyukur, tapi kalo belum, berarti kita harus bersabar, mungkin usaha kita belum maksimal, atau ada yang salah dengan niat kita, itu harus diperbaiki. Kebenaran hanyalah milikNya, sementara kekhilafan adalah milik manusia.

Sekarang, bukanlah waktunya untuk mencemaskan masa depan..
Yuk kita susun rencana untuk masa depan, kita perjuangkan cita-cita kita…
Bagi yang ingin menyusun rencana yang indah,, silahkan…
Bagi yang ingin menyusun rencana yang hebat,, silahkan…
Lakukan apa yang bisa kita lakukan saat ini karena kita hidup pada masa kini…
Yakinlah, masa depan yang kita perjuangkan adalah pemberian terbaik dariNya ^_^

Fakta tentang Hujan

Setelah terlalu lama mengagumi akan hujan,, maka akhirnya aku memutuskan juga untuk menuliskan fakta-fakta tentang hujan di blog ini...Dah bosen kalo nulisin di plurk aja...tiap saat selalu bilang suka ujan,, tapi nggak pernah tahu fakta-fakta tentang gimana sih sebenarnya ujan ituh...

Nahh,, karena hal itulah,, kali ini aku menuliskan beberapa fakta tentang hujan...berikut fakta-fakata yang kuketahui setelah searching sana-sini,, tanya om google,, wiki,, buka KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia),, kamus bahasa inggris dan beberapa sumber lain...
  1. Hujan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia mempunyai dua arti yaitu titik-titik air yg berjatuhan dr udara krn proses pendinginan dan yang datang dsb banyak-banyak...karena itulah kita mengenal istilah hujan peluru, hujan es, hujan makian dan sebagainya...
  2. Banyak pribahasa yang melibatkan hujan dan berkonotasi yang sedikit negatif...sebenarnya tergantung cara memandang juga c,, tapi tetep aja kalo aku bilang negatif...contoh : hujan berbalik ke langit yang berarti sang penguasa meminta tolong pada yang lemah...hujan menimpa bumi yang berarti tidak dapat melepaskan diri dari genggaman penguasa...ada hujan ada panas, ada hari boleh balas, peribahasa yang berarti selalu ada kesempatan untuk membalas dendam...sedikit hujan banyak yg basah, yang mempunyai arti kecelakaan yg kecil membawa akibat yg besar...
  3. Menurut wikipedia,, Hujan merupakan satu bentuk presipitasi yang berwujud cairan. Presipitasi sendiri dapat berwujud padat (misalnya salju dan hujan es) atau aerosol (seperti embun dan kabut). dengan presipitasi diartikan sebagai fenomena atmosferik...
  4. Hujan mempunyai siklus kejadian yang akan berpengaruh pada daur hidrologi (ingat pelajaran IPA kelas 4 ?? Nahhh,, mirip gitu dah...)
  5. Orometer merupakan alat pengukur hujan dengan satuan curah hujan menurut SI adalah milimeter,, yang merupakan penyingkatan dari liter per meter persegi...
  6. Air hujan berbentuk kecil hampir bulat. Jadi penggambaran titik air hujan seperti yang ada di kartun-kartun merupakan penggambaran yang cukup salah dari sebuah pemikiran akan hujan...Selain itu,,air hujan yang besar jatuh lebih cepat berbanding air hujan yang lebih kecil...
  7. Hujan memiliki kadar keasaman atau PH...kadar keasaman normal dari hujan yaitu 6...dengan toleransi hingga nilai 5,6...Mungkinkah keasamannya bernilai rendah dari nilai ini?? tentu saja mungin..karena itulah kita mengenal isitilah hujan asam...
  8. Hujan memiliki jenis-jenisnya berdasarkan klasifikasi tertentu...menurut cara terjadinya,, jenis hujan terdiri dari : hujan siklonal, zenithal, orografis, muson, dan frontal...menurut ukurannya,, jenis hujan : hujan gerimis, hujan salju, hujan batu es, hujan deras...sedangkan menurut curah hujan dibagi lebih sederhana lagi menjadi hujan lebat, sedang dan sangat lebat
  9. Semakin rendah garis lintang suatu tempat, semakin besar curah hujannya, khususnya tempat-tempat yang berada pada garis lintang 0 s/d 5 derajat. Curah hujan rata-rata tahunan terbesar terjadi di Mausinram di Negara bagian Meghalaya, India...
  10. Rata-rata kecepatan jatuhnya air hujan 8-10 km/jam...ternyata tidak terlalu cepat ya...Merupakan sebuah anugrah hal ini terjadi...bayangkan jika kecepatannya mencapai 180 km/jam...atau melebihi kecepatan peluru...begitu banyak yang menderita ketika hujan turun...
  11. Ketinggian minimum awan hujan adalah 1.200 meter...Efek yang ditimbulkan oleh satu tetes air hujan yang jatuh dari ketinggian tersebut sama dengan benda seberat 1 kg yang jatuh dari ketinggian 15 cm...
  12. Dalam satu detik, kira-kira 16 juta ton air menguap dari bumi...
  13. Hujan sering diidentikkan dengan perasaan sedih yang diterima dengan pasrah...terbukti dari berbagai sinetron di Indonesia yang selalu memakai adegan hujan saat sang tokoh utama diusir dari rumah sehabis dimarahin ibu tiri atau sodaranya terus bingung mau lari kemana...Seolah-olah berkata :"hujan,, hapuskanlah sedih ini dari hatiku..." (ini nih fakta paling nggak penting...)
  14. Hujan dalam bahasa Islam bisa berarti "Mathor" yaitu sesuatu yang diturunkan dari langit berupa air atau batu...Hujan digambarkan rahmat dalam agama islam,, karena berfungsi sebagai alat mensucikan diri,, konsumsi,, menyuburkan tanaman (Al An'am : 99) dan menghidupkan hewan (An Nur : 45)...Selain sebagai rahmat,, dalam islam,, hujan juga berfungsi sebagai mudharat...berdasarkan surat AnNisa 102 ("Dan tidak dosa atas kamu meletakkan senjata-senjatamu jika kamu mendapat sesuatu kesukaran karena hujan atau kamu sedang sakit dan siap siagalah kamu") dan Al A'raf 84 ("Dan kami turunkan hujan (Hujan azab) kepada mereka, maka perhatikanlah bagaimana akibatnya orang-orang yang berdosa")...
  15. Dan fakata yang paling penting tentang hujan adalah...hujan sangat disukai olehku.... ^_^
Jadi itulah 15 fakta dari hujan...Hmmm,, jadi nggak sabar menunggu hujan kembali turun...


Minggu, 26 April 2009

Array Of Object

Tulisan ini juga diperuntukkan pada kelas PCE-08-01 politeknik telkom...Untuk penjelasan mengenai aray of object yang diberikan pada hari sabtu (25 april 2009) pada saat responsi...terdapat beberapa kesalahan dalam penyampaian materi... berikut penjelasan dari Array of Object selengkapnya....

contoh kemarin: Mahasiswa[] mhs = new Mahasiswa[5];

tiap bloknya harus di instansiasi ulang lagi satu persatu (menjadi:
Mhs[0] = new Mahasiswa[];
Mhs[1] = new Mahasiswa[];
Mhs[2] = new Mahasiswa[];
Mhs[3] = new Mahasiswa[];
Mhs[4] = new Mahasiswa[];

) Barulah Array bisa digunakan.

Sebenarnya hal tersebut ada benarnya dan ada pula salahnya. Melakukan instansiasi objek (meng-create objek) tiap blok array seperti contoh diatas bisa saja tidak dilakukan.

Silahkan Copas code dibawah ini :
// file SegiEmpat.java

class SegiEmpat
{
private float panjang;
private float lebar;

public void setPanjang(float p){
panjang=p;
}
public void setLebar(float l){
lebar=l;
}
public float getLuasSegiEmpat(){
return (panjang*lebar);
}
public float getKelilingSegiEmpat(){
return (2*(panjang+lebar));
}
}


//file TesSegiEmpat.java dan Merupakan program utama
class TesSegiEmpat
{
public static void main(String args[])
{
SegiEmpat[] se=new SegiEmpat[3];

se[0].setPanjang(2);

se[0].setLebar(3);

se[1].setPanjang(4);

se[1].setPanjang(2);

se[2].setPanjang(2);

se[2].setLebar(8);

for(int i=0;i<3;i++)

{
System.out.println("luas persegike-"+i+" adalah : "+se[i].getLuasSegiEmpat());
System.out.println("keliling persegi ke-"+i+" adalah : "+se[i].getKelilingSegiEmpat());
}
}
}
Apabila kedua file tersebut di-compile, tidak ada masalah(sukses). Tetapi, jika Program utamannya dieksekusi (TesPRogramUtama) akan muncul error “java.lang.NullPointerException”, kenapa ? karena pada kasus tersebut, tiap blok array harus diinstansiasi, sehigga class TesSegiEmpat menjadi :
class TesSegiEmpat
{
public static void main(String args[])
{
SegiEmpat[] se=new SegiEmpat[3];

se[0] se = new SegiEmpat();

se[1] se = new SegiEmpat();
se[2] se = new SegiEmpat();

se[0].setPanjang(2);

se[0].setLebar(3);

se[1].setPanjang(4);

se[1].setPanjang(2);

se[2].setPanjang(2);

se[2].setLebar(8);
}
}
Sekarang save lalu compile kembali file TesSegiEMpat.java dan running,, nahh,,hasilnya keluarkan??!!

Sekarang coba buat kelas berikut ini :
class TesSegiEmpat2
{
public static void main(String args[])
{
SegiEmpat[] se=new SegiEmpat[3];

SegiEmpat S1 = new SegiEmpat();

SegiEmpat S2 = new SegiEmpat();
SegiEmpat S3 = new SegiEmpat();

S1.setPanjang(2);
S1.setLebar(3);
S2.setPanjang(4);
S2.setPanjang(2);
S3.setPanjang(2);
S3.setLebar(8);

se[0] = S1;

se[1] = S2;
se[2] = S3;
}
}


Sekarang compile TesSegiEmpat2. Java (berhasil kan?)...Lalu running file tersebut? (berhasil juga kan???)

“Pada bingung yak????”

Gini, coba bandingkan file TesSegiEmpat.java dengan TesSegiEmpat2.java...Pada file TesSegiEmpat.java, kita harus menginstansiasi tiap blok array
se[0] se = new SegiEmpat();
se[1] se = new SegiEmpat();
se[2] se = new SegiEmpat();
sebelum digunakan agar tidak error ,sedangkan pada file TesSegiEmpat2.java kita tidak perlu melakukan instasisasi objek seperti diatas . Tanya Kenapa?????

Pada file TesSegiEmpat.java , tiap blok harus diinstansiasi karena kita mau mengakses atribut/method yang ada dikelas SegiEmpat...contoh :
se[0].setPanjang(5);
sedangkan pada pada TesSegiEmpat2.java objek "se" hanya berperan sebagai penampung (menampung objek S0,S1, S2)...

contoh : se[0] = S1;

ini tidak mengakses method/ atribut kelas SegiEmpat itu sendiri (contoh nyata yaitu array pada hubungan asosiasi dan agregasi)

Bingung???

Jadi gini penjelasannya…jika sebuah array yang bertipe sebuah Kelas bukan tipe dasar (String, int, double, dll) hanya digunakan sebagai penampung / tidak ingin mengakses method dari kelasTersebut, maka tidak perlu melakukan instansiasi sebuah Objek namun jika blok dari array tersebut ingin mengakses method dari class tersebut maka bloknya harus di instansiasi.

Masih Bingung??? Tanya ma temennya aja yak yang dah ngerti????

SELAMAT MENEMPUH UTS
Kerjakan dengan sebaik-baiknya…
JAngan menyerah sebelum memulai …
OTRe!!!
Sampe ketemu di praktikum selanjutnya
^_^


-Nurlasmaya (XNL)
-XRZ
-XIZ

Sabtu, 25 April 2009

You and me by Cranberries

Entah mengapa...aku jadi suka lagu ini...entah karena artinya,, entah karena melodinya...jujur aku bukan penggemar dari band yang satu ini...tapi begitu didengarkan lagunya...aku jadi begitu tersentuh...berikut lirik dari lagu tersebut....

I'm not going out tonight 'cos I don't want to go
I am staying at home tonight 'cos I don't want to know
You revealed a world to me and I would never be
Dwelling in such happiness, your gift of purity

Aahh, you and me it will always be
You and me Forever be,
Eternally it will always be you and me


I don't pay attention to the ones who never cared
Find your own direction 'cos there's sweetness in the air
You will be the world to me and I will always be
Dwelling in this happiness, your gift of purity

Aahh, you and me will always be
You and me Forever be,
Eternally will always be
You and me

Always be You and me
Forever be, Eternally
It will always be You and me
Forever be, Eternally


dibawakan penuh penghayatan oleh sang vokalis, membuatku menjadi begitu menyukai lagu ini...dan aku paling suka ngedengerin kalo lagi 'hampa'...keadaan yang aneh ya....